Pernahkah
kalian semua berpikir dari mana listrik berasal? Listrik berasal dari petir
Zeus, listrik berasal dari belut, listrik berasal dari ubur-ubur, listrik
berasal dari Yang Maha Kuasa. Mereka memang menghasilkan listrik, namun tidak
dapat dikendalikan dan cenderung memiliki daya hancur yang besar (kecuali yang
berasal dari Yang Maha Kuasa). Jika memiliki daya hancur yang besar, tentunya
kita akan kesulitan dalam memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari. Untuk itulah
para ilmuwan dan engineer membuat berbagai percobaan untuk membuat alat yang
dapat menghasilkan listrik untuk dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Mulai dari
Mesin Wimshurts sampai Gasoline Generator yang ada sekarang ini adalah bentuk
nyata usaha pengembangan pembangkit listrik yang disebut generator ini. So, apa
sih generator itu?
Definisi dan Pengertian
Generator
merupakan sebuah perangkat yang dapat mengkonversi kinetika (gerak fisik)
menjadi listrik. Generator terdapat 2 jenis, yaitu generator DC (Direct Current
/ arus searah) dan generator AC (Alternate Current / arus bolak-balik). Dalam postingan
ini, kita akan membahas generator DC saja.
Generator DC memiliki
beberapa jenis, yaitu generator penguat terpisah, generator shunt, generator
compound. Jenis-jenis generator DC ini dibedakan berdasarkan rangkaian belitan magnet
yang terdapat pada masing-masing jenis generator.
| Penampakan Generator DC |
- Generator Penguat Terpisah
Generator jenis ini memiliki belitan
eksitasi yang terpisah dari rotor. Generator ini dibedakan menjadi 2 , yaitu
penguat elektromagnetik dan magnet permanen. Pada penguat elektromagnetik,
energi listirk yang dihasilkan dapat diatur dengan mengunakan pengatur tegangan
eksitasi. Pengaturan ini dapat dilakukan secara elektronik maupun magnetik. Sedangkan
pada generator magnet permanen akan menghasilkan tegangan output generator yang
cenderung konstan. Tegangan akan menurun sedikit saat arus beban dinaikan
mendekati harga nominalnya.
- Generator Shunt
Generator ini memiliki penguat
eksitasi yang terhubung secara paralel dengan rotor. Listrik dalam generator
ini dihasilkan dari rotor yang berputar lemah dalam medan magnet. Hasil dari
perputaran ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat magnet stator. Adapun tegangan awal
berasal dari magnet sisa yang terdapat pada stator. Pengaturan
arus eksitasi yang melewati belitan shunt diatur oleh tahanan geser. Makin
besar arus eksitasi shunt, makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan, dan
tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya. Jika generator
ini tidak memiliki arus eksitasi maka tidak akan ada sisa magnetisasi. Jika rotor
terhubung singkat, belitan eksitasi salah sambung atau arah putar terbalik,
maka tidak akan ada energi listrik yang dihasilkan oleh generator.
- Generator Compound
Generator compound atau
kompon, merupakan generator yang menerapkan 2 macam penguat eksitasi pada 1
kutub. Penguat eksitasi tersebut adalah penguat shunt dan penguat seri. Hasil output
dari generator compound adalah tegangan yang konstan walaupun ditambahkan arus
beban. Hal ini muncul karena kerjasam penguat shunt dan penguat seri, di mana
penguat shunt cenderung menaikan tegangan saat arus beban bertambah, dan
penguat seri yang cenderung menurunkan tegangan pada saat arus beban bertambah.
Konstruksi
Pada dasarnya,
konstruksi generator DC terdiri dari 2 bagian, yaitu rotor dan stator.
![]() |
| Bagian Generator DC |
- Rotor
Merupakan bagian pada generator
DC yang berputar. Rotor dapat dibagi menjadi beberapa komponen, yaitu komutator,
belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor.
| Bagian Rotor |
- Stator
Adapun stator adalah bagian pada
generator DC yang diam. Bagian dari stator dapat dibagi menjadi komponen kecil,
yaitu rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box.
Selain 2 bagian besar tersebut,
generator DC juga disusun dari beberapa komponen, antara lain:
![]() |
| Penampakan Stator |
| Bagian Stator |
- Piringan tutup
- Pul kumparan medan
- Kumparan medan
- Armatur
- Komutator
- Rumah dan arang sikat
- Kipas pendingin
Prinsip Kerja
Generator bekerja
sesuai dengan Hukum Faraday, yaitu:
Sehingga, bila ada konduktor yang
memotong garis fluks magnet yang berubah-ubah, maka GGL akan muncul dari
konduktor itu. Jadi untuk memunculkan GGL, terdapat 3 syarat, yaitu ada flux
magnet yang dihasilkan dari kutub magnet, ada kawat penghatar tempat
terbantuknya EMF dan adanya perubahan fluks magnet yang melewati kawat
penghantar.
![]() |
| Cara Kerja Generator DC |
Listrik mulai dihasilkan dari generator
saat rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan terjadi
perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini akan
menimbulkan tegangan induksi. Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor
menempati posisi vertikal. Pada posisi ini terjadi perpotongan medan magnet
secara maksimum oleh penghantar sehingga emf yang dihasilkan adalah 0. Emf bertambah
sesuai dengan pertambahan sudut rotor. Pada saat posisi jangkar horizontal, akan dihasilkan
tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak adanya perpotongan medan magnet
dengan penghantar pada jangkar atau rotor sehingga emf yang dihasilkan adalah
maksumum.
Hal ini sesuai dengan persamaan
Maka,
arus yang dihasilkan adalah arus bolak-balik / AC. Disinilah komutator
berfungsi. Dengan memberikan komutator, arus berubah menjadi arus DC. Hal ini
terjadi karena komutator memaksa agar emf hanya bergerak ke 1 arah.
![]() |
| Penampakan Komutator |
Aplikasi
Di kehidupan sehari-hari, generator DC
banyak digunakan, tentunya sebagai pembangkit listrik, tapi listrik yang
ihasilkan tidak selalu digunakan untuk menyalakan perangkat listrik di rumah. Berikut
aplikasi generator DC.
- Alternator Mobil
Ketika mobil akan dihidupkan, mesin
tentu masih dalam keadaan mati yang belum bergerak sama sekali, sehingga
diperlukan sebuah gaya dari luar untuk memutarkan mesin mobil. Di situlah
alternator mobil bekerja. Alternator dimanfaatkan untuk merubah tegangan AC
menjadi DC dan dimasukkan ke dalam accu.
![]() |
| Cara Kerja ALternator Mobil |
![]() |
| Bagian Alternator Mobil |
- Dinamo Sepeda
Dinamo sepeda merupakan sebuah
pembangkit listrik kecil yang dimanfaatkan utnuk menyalakan lampu pada sepeda. Prinsip
kerjanya sangat sederhana. Magnet pada dinamo sepeda akan dapat berputar pada
saat sepeda dikayuh. Sedangkan kumparan akan diam di tempat dan bekerja sebagai
stator. Akibat dari berbutaran magnet, maka terjadi perubahan fluks sehingga
menghasilkan listrik yang langsung dialirkan ke lampur. Besar tegangan yang
dihasilkan hanya sebesar 6-12 volt.
| Cara Kerja Dinamo Sepeda |
![]() |
| Bagian Dinamo Sepeda |
- Las Listrik
Alat las merupakan alat yang digunakan
untuk menyatukan 2 macam logam secara permanen. Caranya dengan memanfaatkan
panas yang dihasilkan oleh generator untuk melelehkan logam pengisi dan logam
utama sehingga keduanya menjadi senyawa. Generator yang digunakan sebenarnya
dapat berupa generator AC dan generator DC. Namun generator DC mempunyai
kelebihan dari generator DC, yaitu:
- Nyala busur lebih stabil
- Dapat menggunakan segala jenis elektroda
- Tidak terlalu bising
- Mesin las dapat diubah ke arus bolak-balik sehingga menjadi lebih fleksibel
Efisiensi pada
generator listrik dinyatakan sebagai berikut:
Efisiensi ini
merupakan efisiensi komersial, atau biasa disebuat sebagai overall efficiency. Selain
itu, terdapat pula efisiensi spesifik pada generator DC. Efisiensi itu antara
lain:
- Efisiensi Mekanis
- Efisiensi Elektris
Referensi
- https://arifsh2009.wordpress.com/2014/11/02/generator-dan-motor-dc/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Las_listrik
- http://denydestian.blogspot.co.id/2011/11/v-behaviorurldefaultvml-o.html
- http://catatansebelumwisuda.blogspot.co.id/2013/05/prinsip-kerja-generator-dc.html
- http://trikueni-desain-sistem.blogspot.co.id/2014/08/prinsip-kerja-generator-DC.html
- http://trikueni-desain-sistem.blogspot.co.id/2014/08/jenis-karakteristik-generator-DC.html
- http://abdi94.blogspot.co.id/2014/11/generator-dc.html
- http://dunia-listrik.blogspot.co.id/2009/01/generator-dc.html









Tidak ada komentar:
Posting Komentar